Dukung Pengembangan Tanaman Kakao, BI Sultra Bangun Laboratorium Mini di Koltim

Pengembangan Kawasan Budidaya Kakao: Ki-ka: Bupati Koltim, Tony Herbiansyah, Kepala Perwakilan BI , Minot Purwahono, saat menggunting pita peresmian Laboratorium Mini MA 11 di Koltim, selasa (27/3). Foto: Humas BI for Pos
.CO.ID — Bank Indonesia (BI) konsisten dalam membantu pengembangan tanaman kakao di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Sebagai buktinya, BI membangun laboratorium mini MA 11 di otorita Tony Herbiansyah itu. Selasa (27/3), laboratorium tersebut sudah diresmikan oleh Bupati Koltim Tony Herbiansyah bersama Kepala Perwakilan (KPw) BI , Minot Purwahono.
Minot mengatakan, MA 11 merupakan teknologi untuk mendekomposisi unsur tanah sehingga menjadi lebih subur. Dalam konsep MA 11 menganut prinsip zero to zero (zero waste). Dimana, sisa limbah dari 1 sistem produksi akan menjadi input dalam sistem produksi lainnya.
“MA 11 bisa diaplikasikan tidak hanya untuk tanaman kakao, tapi juga untuk komoditas tanaman lain bahkan untuk campuran pakan ternak maupun ikan,” katanya, selasa (27/3).
Terkait hal itu, kata Minot, BI akan membangun kandang ternak komunal di tahun ini, untuk melengkapi sarana laboratorium mini yang telah dibangun. Dia berharap, ke depan Desa Tinete mampu untuk menerapkan konsep pertanian terintegrasi. Dimana limbah ternak, akan diolah menjadi pupuk dan limbah kakao dapat diolah untuk campuran pakan ternak.
Minot menjelaskan, peresmian laboratorium mini MA 11 dan pembangunan kandang ternak komunal dari BI di Desa Tinete, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Pemkab Koltim, Pemprov dan BI serta pihak terkait.
“Apa yang kami lakukan ini, merupakan tindak lanjut dari MoU antara BI, Pemkab Koltim dan Pemprov , terkait Pengembangan Kawasan Budidaya dan Industri Kakao Terintegrasi Dengan Peternakan yang kami tandatangani 17 April 2017,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen dan konsistensi BI dalam mengembangkan komoditas kakao di wilayahnya.
“Kakao ini komoditas andalan Koltim. Luas lahannya mencapai 69 ribu hektar dan melibatkan kurang lebih 28.500 petani, sehingga keberadaanya sangatlah penting,” jelasnya.
Menurut Tony, sebagaimana diketahui di tingkat nasional,
Post a Comment