Ini Cara Cambridge Analytic Gunakan Medsos Menangi Trump, Mungkinkah Terjadi di Indonesia ?

Eramuslim – Dengan bantuan perusahaan bernama Cambridge Analytica, pengusaha nyentrik Amerika Serikat, Donald Trump mampu memenangi kursi kepresidenan. Melalui sebuah strategi sederhana, yaitu dengan “meracuni” isi kepala para pendukung dan nonpendukungnya melalui situs media sosial ataau medsos seperti Twitter, YouTube, dan Facebook.

Inilah kredit besar bagi tim yang menjalankan kampanye Trump, mereka memahami bahwa memanfaatkan profil 50 juta pengguna Facebook dapat memungkinkan tim menempatkan iklannya secara tepat sasaran. Berbeda dengan tim kampanye Hilarry Clinton yang terlalu percaya diri bakal meraup kemenangan.

Dilansir laman Phone Arena, Sabtu (24/3), serangkaian slide yang diserahkan oleh mantan karyawan Cambridge Analytica kepada The Guardian mengungkapkan secara detail bagaimana kampanye Trump masuk ke pemikiran para pemilih. Data dan algoritme yang digunakan oleh Tim Cambridge memungkinkannya untuk melihat langsung efek iklan yang ditempatkan di situs media sosial.

Iklan paling sukses yang dijalankan oleh Cambridge Analytica adalah iklan yang dirancang agar terlihat seperti laporan surat kabar yang sebenarnya. Misalnya, mereka mencantumkan “10 kebenaran tidak nyaman tentang Yayasan Clinton”.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.