Panen Jagung, Pj Wali Kota Baubau Janji Sejahterakan Petani

AKHIRMAN/ POS.
PERTANIAN : Panen jagung petani di Baubau yang ditanam Desember 2017 lalu dan menghasilkan buah baik tanpa hama pengganggu.
.CO.ID — Penantian dan kerja keras para petani jagung di kawasan Balai Benih Wonco, Ngkaringkaring, Kota Baubau, membuahkan hasil. Setelah tiga bulan lamanya, benih jagung yang ditanam pada Desember 2017 lalu pada dilahan pertanian seluas 2,45 hektare akhirnya dituai. Jagung yang terhampar pada seluruh lahan pertanian tersebut dapat dipanen dengan baik tanpa kerugian akibat hama tanaman.
Pelaksanaan panen jagung tersebut dilaksanakan para petani bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau serta TNI dan Polri. Dipimpin langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT, panen jagung dilakukan pada Sabtu (24/3) lalu.
“Ini merupakan sebuah hasil yang patut kita syukuri bersama. Hasil pertanian ini dapat membawa dan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi. Untuk itu, para petani kita harapkan agar tetap fokus mengurus pertanian. Karena ke depan kita canangkan untuk membuat kampung wisata berbasis pertanian,” kata Hado Hasina. Kadis Perhubungan Provinsi itu berjanji akan memberikan kebijakan optimal untuk menyejahterakan petani. Masa jabatannya sebagai Pj Wali Kota Baubau yang hanya sekitar satu tahun, akan dipergunakan untuk bagaimana membuat terobosan meningkatkan kondisi ekonomi para petani.
“Olehnya itu, para petani harus tetap bersyukur atas apa yang sudah diperoleh saat ini. Saya janji akan memperjuangkan kawasan ini menjadi vokal poin. Kemudian mengupayakan pendirian laboratorium. Makanya, kalau ada petani yang memiliki lahan satu hektare untuk ditanami, maka silahkan kelola. Minta bibit dan pendampingan dari TNI. Pemerintah akan memfasilitasi dan melakukan pendampingan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Darma Putra mengungkapkan, pihaknya memang telah memiliki MoU dengan Kementerian Pertanian terkait pendampingan dalam pembudidayaan sektor pertanian. Hal itu sebagai bagian dari program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. “Namun begitu, TNI tidak bisa jalan sendiri. Harus komprehensif bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat. Bahkan dalam pemasaranya pun harus didampingi, agar terhindari dari permainan spekulan. Dengan begitu sirkulasi produksi akan terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kota Baubau, Bahara, mengatakan, panen yang digelar tersebut merupakan bagian dari program pembudidayaan sektor pertanian. Mulai dari padi, jagung dan kedelai (Pajale) yang dilakukan pada akhir 2017 silam. “Untuk penanaman jagung berikutnya, kita akan lakukan pada April mendatang. Masyarakat akan kembali diberikan bantuan bibit,” singkatnya. (c/ahi)
Post a Comment