Tangkal Radikalisme, KAHMI Butur Seminar Kebangsaan
Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Buton Utara (Butur) menggelar seminar kebangsaan. Kegiatan menfokuskan pembahasan menangkal paham radikalisme agar semakin meneguhkan pancasila. Dua pembicara nasional, Akbar Tandjung yang mantan Ketua DPR RI dan bekas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Irjenpol. (Purn) Ansyaad Mbai dan Bupati Butur, Abu Hasan dilibatkan.
Koordinator Presidium KAHMI Butur, Harmin Hari menuturkan, untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berideologi pancasila, lembaga yang dipimpinnya itu turut mengambil peran staregis.
“Ideologi pancasila harus kita jaga bersama. Suku, agama, bahasa dan ras di Indonesia sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Hadirnya pancasila sebagai pemersatu dibingkai dalam NKRI,” paparnya. Sementara itu, Akbar Tandjung mengungkapkan, hadirnya paham radikalisme jangan dipadang remeh. Sebab itu merupakan ancaman nyata bagi masa depan NKRI. Radikalisme merupakan perilaku destruktif yang dapat menimbulkan korban antar sesama anak bangsa.
“Olehnya itu, harus dicegah, bahkan dilawan,” tegas Akbar Tandjung. Di tempat yang sama, mantan Kepala BNPT, Irjenpol (Purn) Ansyaad Mbai mengingatkan, persoalan radikalisme, bukan hanya menjadi isu hangat di Indonesia, tetapi beberapa negara lain juga. Isu radikalisme ini mulai mencuat dalam dua tahun terakhir. “Kalau sekitar lima tahun yang lalu kita hanya bicara terorisme. Tapi setelah itu, yang dibicarakan sudah radikalisme. Pertanyaannya apa kedua ini beda, tidak. Terorisme anak kandung radikalisme,” ungkap Ansyaad Mbai.
Sementara itu, Presedium Kahmi Abu Hasan menuturkan, dalam membangun bangsa tidak boleh ada dikotomi antara program pembangunan daerah dan nasional. Begitu pula membangun daerah, juga tidak boleh ada dikotomi wilayah. (b/had)
Post a Comment